Grab Banjarnegara Bersinergi dengan Masyarakat

Logo aniversary grab banjarnegara

Hampir satu tahun Grab merambah Kota Kelahiran tercinta Banjarnegara , dari jumlah driver yang beberapa glintir saja kini telah berkembang menjadi ratusan driver Ojek Online , yang tadinya hanya di Kota Banjarnegara saja kini sudah merambah ke beberapa kecamatan di Banjarnegara . Ada beberapa perintis Grab di Banjarnegara yang ingin saya temui namun hingga kini saya belum punya waktu yang tepat untuk berkunjung sekedar berbagi kisah seperti apa perjuangan mereka membuka lahan Grab di Banjarnegara .

Saya hanya berharap di waktu yang semakin dekat dengan Aniversary Grab Banjarnegara yang ke 1 tahun ini , saya bisa memiliki moment bagus untuk menguak kisah babat alas Grab di Banjarnegara untuk nantinya saya suguhkan kepada para pembaca sekalian .

Setelah beberapa Postingan yang saya buat saya belum sempat mengulas tentang KBDOB ( Keluarga Besar Driver Online Banjarnegara ) , Paguyuban yang menjadi rumah bagi ratusan Driver Ojek Online Banjarnegara terutama Grab , dari driver Grabcar hingga driver Grabbike . Paguyubanlah yang memiliki peran penting dalam mengembangkan Grab di banjarnegara , sekilas yang saya ketahui mereka adalah Driver – driver pertama yang berusaha mensosialisasikan tentang Ojek Online ke masyarakat Banjarnegara.

Perkembangan Pesat Grab Banjarnegara Tidak Lepas dari Kerja Keras Paguyuban Dalam Bersosialisasi

Ojek Online dalam perkembangannya sebenarnya tidak mudah untuk memasuki sebuah wilayah Kota baru , dari beberapa pengalaman yang sudah – sudah di beberapa wilayah , pasti muncul kontroversi akibat adanya jenis transportasi modern ini . Segala upaya yang di tempuh agar bisa di terima beberapa kalangan , dari pengguna hingga angkutan umum yang sudah ada ,semuanya melalui proses yang cukup panjang , dan perlu adanya sinergi yang baik antara masyarakat dan Ojol itu sendiri di awal kehadiranya .

Dari beberapa permasalahan yang muncul timbullah batas – batas wilayah orderan yang di perbolehkan untuk Grab mengambil orderan , daerah – daerah terlarang seperti pasar kota , terminal dan pangkalan ojek adalah zona merah untuk mengambil orderan . Grab juga melakukan upaya untuk mengenalkan diri dengan masyarakat melalui beberapa event promosi seperti pada Car Freeday hari minggu dan Kegiatan Sosial untuk menunjukan Eksistensi dan Kepedulian mereka di Banjarnegara.

Tanpa terasa sinergi yang di bentuk oleh Grab Banjarnegara menjadi sebuah kebiasaan dengan sendirinya , mematuhi segala batas – batas yang telah di terapkan, menghormati wilayah parkir , bekerja sama dengan dinas Perhubungan dan transportasi serta elemen – elemen penting seperti kepolisian dan masyarakat.

Sedikit demi sedikit memberikan pembelajaran dan sosialisasi kepada Customer tentang kemudahan memakai jasa Grab dalam sarana Transportasi , Kurir dan Pesan – antar makanan , walau hanya dari mulut ke mulut tapi Alhamdulillah membuahkan hasil dan semoga tetap terjaga sinergi yang baik ini karena tidak bisa di pungkiri Grab ada karena ada yang membutuhkan kami, maka kami pun membutuhkan kerja sama yang baik dengan semua pihak yang berperan.

sepatah dua patah kata

%d blogger menyukai ini: