Hikmah Dari Sebuah kesabaran

grab banjarnegara narik grabfood

Kemarin sore akhirnya saya kembali mengaspal, setelah beberapa minggu harus vakum karena mengurus persalinan istri dan Alhamdulillah semuanya lancar istri dan anak saya sehat, berkat doa teman teman semua . Saya Ngebid kemarin pun tidak lama-lama karena kondisi badan yang kurang Vit, sambil bersilaturahmi dengan teman – teman yang lama tak berjumpa.

Alhamdulillah akhirnya nyanthol juga, saya mendapatkan orderan Grabfood, sengaja saya memang hanya menyalakan aplikasi layanan Pesan – antar Makanan dan kurir saja karena saya tidak membawa helm penunpang . Pada menu aplikasi grabdriver, seorang mitra Grab bisa memilih layanan yang aktif minimal satu layanan.

Terus Berprasangka Baik Kepada Customer

Saya menerima orderan di dekat restoran yang saya tunggu, dan lumayan tarif yang di berikan sebesar 10.000 rb rupiah, itu artinya lokasi pengantaran makanan yang hendak saya antar agak jauh, karena biasanya jika di dalam kota saja tarif yang muncul hanya 6000 dari setiap orderan grabfood.

Pada menu pesanan hanya tertera satu pesanan saja, akan tetapi customer saya meminta satu tambahan menu, hal ini di perbolehkan asal pesanan tersebut masih dalam satu restoran dan pada akhir pengantaran kita merubah harga yang tertera untuk pesanan yang kita antar.

Transaksi via chat berlangsung, saya menanyakan lokasi titik pengantaran apakah sudah benar atau belum, customer menjawab dengan baik, akan tetapi saya mulai curiga karena kalimat yang di sampaikan tidak wajar seperti biasanya, saya tetap berpikiran positif, mungkin customer saya bukanlah orang daerah kami tapi pendatang.

Waktu pengantaran pada saat itu hampir memasuki waktu shalat maghrib, pesanan sudah saya bayar, siap saya antarkan, ketika sampai di tujuan, kecurigaan saya mulai timbul kembali, customer saya tidak bisa menjelaskan petunjuk jalan untuk saya mengantar makanan kerumahnya, karena gugup saya sulit menemukan rumahnya dan waktu sudah masuk Maghrib saya untung – untungan untuk mengaikuti peta, hujan pun menambah lengkap suasana.

Tidak ada yang mengira ternyata setelah makanan sampai ketempat tujuan, mba – mba tersebut ternyata tidak pandai bicara / tunawicara. di dalam hati malu sekali ternyata orang ini tidak dpt memberikan info yg jelas karena keterbatasannya, setelah saya antarkan bahkan customer saya ini memberikan tipp karena merasa kasihan saya kehujanan.

sepatah dua patah kata

%d blogger menyukai ini: