Jangan Jadikan Aplikasi Order Sebagai Mainan

korban order fiktif

Tinggal satu hari lagi kita semua akan memijakan langkah baru di tahun yang baru, tahun 2019 segera tiba, banyak orang yang mempersiapkan untuk menyambutnya, dari membeli kembang api sampai berwisata melancong ke kota- kota besar untuk mencari keramaian pesta prgantian tahun.

Alhamdulillah tahun ini saya merayakan moment pergantian tahun di Yogyakarta, hari ini jalanan sudah cukup ramai, walaupun belum seramai pada saat libur panjang Natal. Kemarin saya sempat nongkrong dan bertemu beberapa driver Grab dari Yogyakarta, Solo Raya dan Jakarta yang kebetulan kumpul di dekat stasiun Lempuyangan.

Tanpa basa basi saya langsung memperkenalkan diri bahwasanya saya juga driver Grab dari Banjarnegara. Moment pada saat itu ternyata sedang ada aduan soal orderan fiktif yang menimpa salah satu driver wanita yang terpotong saldo IDRnya sebesar -800.000 karena keisengan customer yang tidak bisa di temukan keberadaannya.

Kerugian yang di Akibatkan Order Fiktif

Kronologi waktu itu sabtu siang tepatnya, Yogyakarta sudah mulai banyak pengunjung dari luar kota, tempat tujuan wisatanya jelas paling ramai adalah di sekitaran Malioboro, Km 0, Alun – Alun Keraton dan daerah Taman pintar, di daerah itu menumpuk para wisatawan karena jarak antar lokasi sangat berdekatan.

Hasil mainan customer jahil melakukan order fiktif

Si mba Ojol ini menerima orderan dengan tarif 12.000 menuju prambanan, mba Grab ini sudah habis waktunya untuk mencari customer tersebut karena tidak muncul – muncul, sebenarnya hal ini bisa di antisipasi bila sang Ojol langsung menekan tombol saya sudah sampai di tempat penjemputan, naas si mba Grab ini malah tidak memencetnya, alhasil Customer merubah lokasi pengantaran ke Jayapura dengan tarif 8.000.000 itu artinya Idr yang terpotong sebesar 10% menjadi 800.000rb rupiah.

Sebenarnya jika mba Grab ini telah menekan tombol saya sudah sampai, Mba Grab ini bisa membatalkan sendiri orderannya dengan alasan penumpang tidak muncul, namun karena lupa dia tidak memencetnya, alhasil entah kenapa tiba – tiba orderan tersebut terselesaikan dan IDR mba Grab ini terpotong – 800.000 ribu rupiah, otomatis akun Grab Drivernya langsung tidak bisa terpakai karena saldonya langsung hangus.

Niat mencari nafkah hal seperti ini terjadi bagaikan mainan, itulah kenapa kami sering mensosialisasikan tentang Order Fiktif, karena benar – benar merugikan ojol, dari segi waktu, bensin dan bahkan finasial, sekali lagi hargailah mereka yang hidup di jalanan mengejar rejeki dan harus meninggalkan keluarga.

sepatah dua patah kata

%d blogger menyukai ini: