Korban Order Fiktif

Istilah order fiktif mungkin sudah tidak asing lagi di telinga teman – temanĀ  yang sering mengikuti berita ojek online , tetapi saya akan tetap memperjelas lagi apa itu Order fiktif kepada teman – teman sekalian .

Order fiktif itu ibarat bencana bagi para driver Ojek Online , bagaimana tidak driver Ojek online hidup karena adanya orderan tapi apa yang terjadi jika orderan yang di terima itu adalah orderan palsu buah dari ke-isengan customer memainkan aplikasi pemesanan atau bisa jadi karena ketidakpahaman customer dalam menggunakan aplikasi pemesanan , alhasil sang Driver yang hendak menjalankan orderan akhirnya di gantung karena tidak ada respon dari penumpang ,sekedar di pesan kemudian di batalkan atau yang lebih parah sudah di pesan di jalankan kemudian customer lost kontak saat hendak di antarkan pesanannya .

Pengaruh Order fiktif terhadap performa Driver

Memang benar , seharusnya aplikasi pemesanan seperti Grab dan Gojek ini jangan di pergunakan hanya untuk sekedar main – main kepada Driver Ojol, karena di luar sepengetahuan para customer , order fiktif sangat mempengaruhi performa driver Ojol untuk menerima orderan berikutnya .

Banyak sekali kerugiannya bagi kami , dari segi waktu yang tersita hanya melayani satu orderan yang tidak jelas ini , sang driver harus kehilangan beberapa kesempatan untuk mendapatkan orderan lainnya , atau bahkan dari segi finansial , orderan yang telah terbeli oleh Driver Ojol tidak di ganti oleh customer karena customer tidak muncul saat driver sudah sampai ke titik pengantaran.

Pengalaman Mendapatkan Order Fiktif

Seperti contoh yang baru – baru ini di alami teman kami , namanya Pak Kusdaryanto , beliau mendapatkan order Grabfood dari customer untuk membeli sejumlah pesanan makanan di salah satu restoran di Banjarnegara , kronologinya ketika beliau mendapat order tersebut , teman kami yang biasa di panggil Pak Kus sudah menekan tombol sudah berada di restoran , kemudian ketika di Chat sang Customer tidak merespon Chat dari Pak Kus , hingga sekitar setengah jam pak kus menunggu balasan, beruntung Pak Kus belom memesan makanan yang di pesan oleh customer tersebut , hingga hampir satu jam Pak Kus tidak mendapatkan respon , kemudian beliau memutuskan untuk membatalkannya sendiri dengan menelepon pusat bantuan Grabfood yang berada di kantor pusat .

Teman – teman harus mengerti dalam waktu satu jam ini seharusnya Pak Kus bisa mendapatkan lebih banyak lagi , akan tetapi waktu yang ada tersita oleh satu orderan yang tidak jelas , bahkan ketika sudah di batalkan via pusat bantuan aplikasi Ojol Pak Kus lebih sulit untuk menerima orderan kembali karena mengalami penurunan performa , hal seperti inilah yang miris sekali terjadi , ketika seseorang Ojol mencari nafkah untuk anak dan istri malah di jadikan mainan customer tak bertanggung jawab .

Semoga artikel ini memberi banyak pelajaran kepada teman – teman sekalian agar tidak memainkan aplikasi pemesanan karena ini berkaitan dengan rejeki Seorang Ojol.

sepatah dua patah kata

%d blogger menyukai ini: