Penyebab Migrasi Grab ke Gojek

Seperti yang telah kita ketahui di Indonesia ada dua Vendor aplikasi Ojek online yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia ,yaitu Gojek dan Grab . Gojek adalah produk dalam negeri yang di kembangkan oleh 
PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa , Gojek di kota kota besar lebih memiliki pamor dari pada pesaingnya Grab , hal ini di sebabkan oleh banyaknya layanan yang di sediakan oleh Gojek untuk memanjakan penggunanya , jika anda memiliki Aplikasi Gojek anda akan tahu begitu banyaknya layanan yang di sediakan oleh Gojek , selain itu Gojek adalah pelopor pelayanan pesan – antar makanan yang sangat di gandrungi saat ini . Sedangkan Grab hanya terfokus pada 3 pelayanan dasar Ojek Online yaitu Antar penumpang , Kurir dan Pesan – Antar makanan. 

Skema Insentif yang tak tentu

Sebenarnya dalam hal pelayanan kepada Customer Grab adalah juaranya dalam memanjakan customer , mengingat hanya dengan 3  layanan pokok yang di tawarkan Grab ,mereka pun tidak kalah bersaing dengan Gojek , hal ini di dukung dengan murahnya tarif yang di patok oleh Grab dan juga banjir promo yang selalu ada setiap bulan . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di lapangan oleh beberapa pakar , Grab mengalami pelonjakan pengguna sebesar 75 % untuk layanan Grab – Car di tahun 2018, dan mayoritas yang menjadi alasan adalah tarif yang murah , namun kita harus cermat pula memandang dari sisi pendapatan Driver , dulu Grab memiliki skema Insenstif yang cukup menarik . Insentif adalah bonus yang di dapatkan oleh Driver di luar ongkos yang di bayarkan oleh pengguna layanan kepada Driver .

Skema Insentif Grab telah mengalami perubahan berkali – kali menyesuaikan naiknya kebutuhan pengguna layanan atas Grab , semakin melonjaknya pengguna , maka semakin kecil Insentif yang di dapat , byasanya seperti itu , Skema Insentif lebih terasa dampaknya pada Grab sebab mereka terbantu dengan Insentif tambahan per order Grabfood , akan tetapi dengan munculnya skema insentif gabungan sudah tidak ada lagi Insentif tambahan per order Grabfood , semuanya di patok berdasarkan jumlah poin yang di sebut berlian , dimana setiap layanan memiliki bobot poin berlian yang berbeda – beda , semisal Grabfood 30 berlian , Grabekspres 13 berlian dan Grabbike 10 berlian . Insentif yang didapat kan mitra Driver online adalah hasil akumulasi poin berlian tsb, dan tidak  mendapatkan insentif tambahan per order Grabfood . Hal ini lah yang memicu mutasi Grab ke Gojek mengingat pendapatan mereka yang semakin menurun terombang ambing kemajuan Aplikasi.

One thought on “Penyebab Migrasi Grab ke Gojek

sepatah dua patah kata

%d blogger menyukai ini: